Sabtu, 18 Juni 2022

Perpisahan RA Nurmala Bojonggede Bogor Angkatan XIII

Sulung yang beranjak dewasa dan akan menapak Sekolah Dasar.
Usia belum genap 7 tahun diantara teman-temannya dan postur kecil. Suatu kebanggaan tersendiri bisa bersua dan akrab mengingat awal sekolah kamu yang penuh elus dada Le.
Awalnya Ibu guru sering laporan ketika mamah jemput sekolah, "Leo tadi ada slek sedikit dengan temannya. Tapi sudah maaf - maafan".
Salah seorang wali murid anak perempuan pun pernah laporan anaknya dijahilin hingga malas ke sekolah. Kudu ada obrolan serius ke abah nih. Nanya ke wali murid lain di sekolah Leo begitukah? Meragukan semua jawabannya. Bahkan saya sendiri heran seorang Leo bisa dekat ma anak cewe dan berbuat demikian.
Minta maaflah ke ibu dan anak tersebut kami. Saya lebih percaya ke anak dan kenyataanya lain, bukan demikian masalah yang dihadapi anak tersebut hingga malas bersekolah.
Waktu terima rapot semester pertama tertera di rapot  kontrol emosi anak perlu diperbaiki dan dibimbing lebih baik.
Paham. Anaknya kurang suka dijahilin duluan. Tipenya kayak mamah abahnya seriusan. Padahal di rumah jahilin adeknya terus😁
Sepulang sekolah dan malam ketika mau tidur kami berbincang hangat. Masih dengan obrolan yang sama tiap malam agar sekolah lebih enak menyenangkan dan dirindukan.
Lambat laun jarang ada laporan kenakalan anak dan mereka akur alhamdulillah.
Hujan dengan jas hujan, sandalan bertiga dengan pio pakai payung masih sekolah. Demam flu pun demikian kudu sekolah. Bekal kripik kentang, mie haha, yuppi dan buah kesukaanya. Awalnya makanan berat tapi sering dibawa pulang dan akhirnya lebih ke snack ringan.
Rajin sekolah karena sekolah dianggapnya rumah keduanya. Mulai bolos ketika pulang kampung semester kedua ke rumah nenek tapi masih membawa buku untuk mengerjakan PR yang dikirim guru lewat WA.

Guru baik dan komunikasi terjalin erat tanpa sungkan demi keberhasilan anak dalam belajar. Alhamdulillah
Belum genap 6 tahun sudah bisa membaca. Walaupun paling malas mewarnai karena kudu ulet. Menggambarpun hobi. Bekas kalender bagian belakang yang berwarna putih atau kardus bekas susu kotak dia pakai untuk menggambar. Kamar yang dahulunya tembok bersih sekarang jadi karya seni tangannya yang entah kapan berhenti menggambar dan sengaja tidak kami larang. Sebagai kenangan sampai dia sendiri yang meminta tembok kamarnya dicat. Tulisan abstrak lama kelamaan jadi tulisan yang bisa terbaca.
Perpisahan dapat tarian gundul - gundul pacul dengan 4 temannya. Disuruh bu guru tampil hafalan hadis serta artinya yang awalnya saya kurang yakin dengan keluguannya cuma berdua temannya ternyata bisa. Mamah baru sadar kamu masih kekanakan nak😘
Melihat tingkahmu ga malu, grogi tapi diikuti gerakan lucu yang ga biasa nampak di rumah.
Mamah sendiri baca puisi dengan logat yang masih kental "medok" persembahan untuk guru. Yang penting pede lah daripada jatah nyanyi atau joged😅
Sekolah yang awalnya daring dan pandemi berkurang mulai tatap muka. Belajar di kelas bawah pindah di lantai atas kudu pengawasan ketika turun tangga.
Pio yang setia menemani antar jemput jalan kaki dan tak lupa mengambilkan sepatu di rak sepatu
"Mamah bawa topi mz eo, kasihan kepanasan di jalan"
Nada suaranya yang selalu mengingatkan mamah nduk.
Pas pengumuman 3 besar juara, mamah ga kaget ketika namamu dipanggil. Toh belajar sesuka kamu. Watak yang ga suka dipaksa ketika belajar, jika dikasari malah ngambek. Mamah abah sabar extra dan kudu hapal kapan jam belajar yang efektif untuk mengerjakan PR atau hafalan.
Akhirnya membuahkan hasil.
Semangat pantang menyerah.
Tangis tawa akhirnya berganti bukan?
Terima kasih satu tahun ke belakang ini nak🥰
RA NURMALA
BOJONGGEDE BOGOR, 13 JUNI 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mereka adalah ...

Mereka dengan latar belakang yang berbeda, kesukuan yang berbeda dari Sulawesi sampai Aceh pun disatukan dengan misi yang sama dan tekad yan...