Kenyataan yg tiba
tiba ada. Dan tanpa disadari makin memojokan kedua pihak. Seorang yang harusnya
selalu ada dan dijadikan pemimpin bagi kinerja diri qt, eh nyatanya
berseberangan arah. Heran akan dy. Heran akan segala tutur kata yang terlontar.
Lalu terbersit ajja rasa kecewa. Kecewa akan semua hal yang telah terjadi.
Kemunafikan dan kenaifan yang merupakan pencerminan dirinya. Yang seakan harus
diagungkan. Dirajakan. Dihormati. Disegani. Tanpa tau dy siapa dan qt siapa.
Males banget klo
denger. Baik di depan. Harusnya gx gitu. Kan lebih baik diam. Jujur ajj ax gag
setuju. Ea memang kelihatan benar. Tapi gx bagi ku.
Aku hanya diam.
Berpikir mau lanjut ataukah terhenti.
Awalnya mengiyakan. Tapi
ragu, benarkah? Aku akan jalan di jalanku. Hingga akhirnya nanti aku sendiri
akan tau mana yang benar baik dan mana yang seharusnya aku hindari. Selama belum
menggangu dan selama masih dalam kendaliku. Aku maju dan melangkah sesuai alur
yang terjadi nanti.