Miris adanya.
Sedih iya.
Emosi iya🙄
Takut?
Takut tersakiti jelas😥
Dan yang lebih buruk adalah jika tidak dapat kesempatan untuk membenarkan. Untuk menceritakan keseluruhanpun tak bisa.
Contoh simple ketika dapat arisan seperti malam ini.
Sudah 2x kocokan ketika arisan perdana dan ini udah arisan ke 4 selalu nama "W" keluar untuk kedua kalinya. Bukannya menolak. Apalagi ada yang bilang "ah bapaknya L mh banyak duit, gx butuh duit".
Serasa hati ini menolak keras. Tapi sekaligus mengaminkan😇😇😇
Nyess ada yang berkata demikian.
Kenyataanya hanya sepele. Ya, mengundur kocokan arisan dikarenakan lebih baik dapat akhir karena diibaratkan kaya menabung. Enaknya diakhir.
Demikianpun gx ada yg protes malah alhamdulillah✔.
Eh ternyata bukan, ada yg kecewa lantas pulang karena tidak dapat arisan malam itu. Baiknya kalau butuh ya nuker bisa seperti kebanyakan. Semua orang juga wajar kalau duit itu pelengkap kebutuhan.
Bukan berkata sambil berlalu hingga menimbulkan pertanyaan. "Ah pulang gx dpt, ayah L trs" mengisyaratkan dy butuh.
Terbuka lebih baik🤗
Adapula yang sampai dikaitkan dengan nama "Wahid ya satu. Pasti pertama terus dapatnya"
Itupun juga boleh.
Kurang enaknya ajj sudah dijelaskan kalau arisan prinsipku dapat diakhir. Serasa bukan utang tiap bulannya harus setor tapi seakan menabung. Ibu yang paham pasti tahu dan mendiamkan. Ikut arisan juga bukan sekali ini.
Sepele kan?
Iya.
Gx terlalu dipikirkan seh. Anggap aja becandaan. Toh yang dilihat dirasakan sendiri juga beda ama mereka.
Tuhan menciptakan semua berbeda, biar ada keberagaman. Perbedaan yang membuat indah.
Yok nikmati sama sama😍💞
Belajar cuek itu perlu. Tak penting terlalu memikirkan orang lain. Tapi jika pas aja keadaan lagi sensitif eh kena juga akhirnya. Kepikiran terus sampai berlanjut ke tidur malam yang kurang nyenyak. Bahkan begadang memikirkan hal yang dianggap mereka biasa eh dikita itu hal perlu, penting😑
Disinilah perlu apa itu batas.
Pengelolaan pemikiran yang harus tepat, tahu batas berhenti berpikir dan pemikiran berkelanjutan itu sampai kapan lanjutnya🙄🤔
Selagi ada keluarga terdekat, keluarga yang selalu jadi tempat bercerita. Suami bisa. Tapi agak ragu kalau ciku. Dy sibuk dan lelah untuk memikirkan apa kata orang. Dengan curhatanku pun aku malah suruh ambil kesimpulan sendiri. Dan jawabanku itu dy iyakan dengan tambahi sedikit kata. Duuhh😏
Intinya dy nguji aku. Dy tahu kalau aku suka mengambil banyak sampel cerita2 orang atau hal yang pingn aku ketahui, hingga ditelaah dipikir dalam2 lalu ambil kesimpulan. Cerita dari beragam sisi dan menilai ini itu aiueo 12345.
"Wanita emang ribet"
Nah, itu kesimpulan dy.
Padahal tinggal jebret ajj tahu apa yg harus dilakuin, apa yg harus dijawab.
Ya gt lah dad.
Susah percaya orang jadi semuanya harus sesuai. Dipikir nemen seh. Ahaiiiii😄😄
Tapi aku suka cara berpikirku. Mengambil banyak cara baca cara dengar berita2 dan melihat dari beragam sisi baik buruknya.
Walaupun mumet dewe.
Tapi dengan demikian jadi kelihatan kabur dan anteng deh😉

