Ada banyak cara yang
di lakukan seseorang untuk mengungkapkan arti cinta yang sebenarnya kepada
seorang kekasihnya. Tapi, kata cinta tak harus berbentuk kata kata yang selalu
terlontar. Hal ini yang menjadikan seseorang
merasa seakan akan ga disayang oleh pasangannya yang jarang mengungkapkan kata
sayang atau cintanya. Tapi teori ini salah.
Bentuk rasa sayang
lahir dari tindakan tindakan kecil yang menimbulkan kesan tersendiri bagi
seorang yang disayangnya. Pengobral kata cinta sering tidak
mempertanggungjawabkan semua obralannya. Dan cewe yang sangat peka dan sangat
memuja kata cinta sering tergoda bahkan tertipu oleh rayuan gila si pengobral
cinta tersebut.
Hem, sungguh ironis.
Tapi ga dapat disalahkan juga si cewe. Korban cinta, itu julukan yang tepat.
Belum cukup matang dan kedewasaanya tak mampu memilah mana yang seharusnya
dipercaya.
Masa ketika seorang
jatuh cinta adalah masa seindah indahnya kehidupan. Perlu digaris bawahi juga,
kalo itu belum tentu berlaku untuk selamanya. Jangan berharap yang terlalu
muluk dalam hubungan percintaan.
Cinta soal rasa
nyaman dan saling menghargai pasangan merupakan hal terpenting dalam membina
hubungan. Sakit hati atau bahkan patah hati karena cinta, itu memang wajar ada
dan jangan katakan putus jika akhirnya gagal move on. Berharap pada mantan,
masih ada rasa ama mantan yang diibaratkan ky permen nano nano, dan bahkan
benci banget ama mantan itulah resiko ketika qt mengambil kata putus. Hem,
disayangkan bukan?
Oleh karenanya,
cinta adalah soal rasa. Harus mampu mengambil segala resiko ketika ada kata
CINTA terucap dari mulut qt. Entah rasa yang pahit, manis, maupun asam, hanya
qt yang membuatnya.
Believe it’s or not
, whatever ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar