Berdua
Diam
Merenung
Sepi
Tengadah ke atas
Membelakangi
Terbata, pelan bicara
Tak tega
Tak kuat
Menahan
Perih
Luka
Sakit
Dan
Akhirnya
Tangis
Membelakangi walau terasa perih
Tak trlihat raut muka yg sbenarnya
Tengadah ke atas agar tak tau kalo ada air bening yang sengaja di tahan agar tak jatuh..
Diam utk menutupi smua luka
Beban yang ada semakin sesak di dada hingga tak mampu berkata
Tiap detik yg berjalan serasa lama
Tak sadar bahwa pengakuan sedang ditunggu
Untuk bercerita
Semua yg ada
Semua yg trjadi
Hingga akhirnya membalikkan badan, memeluk dan menangis sesenggukan
Tangis yg sbenarnya
Tangis murni cz rasa yg mendalam
Dy diam
Dy masih memeluk erat
Dan dy masih sendiri dg luka yg gx prnh dy ceritakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar